Dec 2, 2010

Ibnu Sina, Si Bapak Pengobatan Modern

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/980M. Beliau lahir di Afsyahnah daerah dekat Bukhara yang sekarang termasuk daerah Uzbekistan. Beliau yang bernama lengkap Abu Ali al-Husayn bin ‘Abdullah bin Sina adalah anak dari ayah dan ibu yang bernama Ismaili dan Afshana. Di dunia barat Ibnu Sina dikenal sebagai Avicenna, seorang filsuf, ilmuwan dan juga dokter kelahiran persia.
 
Masa kecil beliau dididik dan di bimbing oleh Abu Abdullah Natili. Beliau mulai belajar pada usia 5 tahun. Pada usia 10 tahun beliau sudah dapat menghafal Al-Qur’an serta tafsir, fiqh, ushuluddin, dan tasawuf pun dapat dikuasainya. Hingga usia 18 tahun Ibnu Sina telah memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan dan menulis karya pertamanya, yaitu “Al-Majmu”, di Kawarazm saat usia 21 tahun.


Islam


Satu tahun setelah penulisan karya pertamanya, ayahnya meninggal dunia, tetapi Ibnu Sina tidak larut dalam kesedihan sehingga beliau tetap belajar dan mendalami ilmu-ilmu yang ada. Dalam mendalami ilmunya beliau mengaku telah membaca kitab metafisika yang ditulis oleh Aristoteles sebanyak 40 kali.

Ibnu Sina mempunyai banyak jasa dan masukkan dalam berbagai ilmu diantaranya dalam ilmu geografi Ibnu Sina menerangkan bahwa gunung-gunung yang memang letaknya tinggi yaitu lingkungan maupun lapisannya dari kulit bumi, maka apabila ia di terjang lalu berganti rupa dikarenakan oleh sungai-sungai yang meruntuhkan pinggiran-pinggirannya. Akibat proses seperti ini, maka terjadi apa yang disebut sebagai lembah-lembah. Beliau juga menyatakan bahwasungai-sungai berhubungan dan berasal dari gunung-gunung dan lembah-lembah. Dalam ilmu kedokteran Ibnu Sina membahas pengobatan patah tulang secara detail. Mulai dari penyebab, jenis-jenisnya, bentuk-bentuk patah tulang, metode perawatan, dan komplikasi.

Sebagai doktor Ibnu Sina pernah menyandang gelar Medicorum Principal (Raja Diraja Doktor) dan juga raja obat. Beliau juga disebut “Zenith” yang artinya puncak tertinggi dalam ilmu kedokteran.

Empat ratus lima puluh buku filosofi dan kedokteran telah dihasilkan oleh Ibnu Sina. 250 karya beliau masih kekal hingga hari ini termasuk 116 karya. Dari beberapa karya Ibnu Sina, karya yang terkenal adalah Qanun fi Thib yang diterjemahkan dalam The Book of Healing dan The Canon of Medicine. Qanun fit Thib telah menegaskan mengenai penyakit saraf dan cara pembedahan. Pengaruh Qanun fit Thib dalam ilmu perobatan di Eropa pada zaman Renaissance dan telah menjadi buku rujukan utama di Universitas Eropa hingga abad ke 17. Dalam buku The Canon of Madicine nya diterangkan bahwa darah mengalir terus menerus dalam suatu lingkaran dan tak pernah berhenti.

Di bulan Ramadhan 428 H atau Juni 1037 M Ibnu Sina meninggal saat usia 58 tahun di Hamadan akibat sakit maag kronis. Beliau meninggal pada saatmengajar di suatu sekolah. Dalam peringatan 1000 tahu kelahiran beliau, tahun 1955 di Teheran (Iran), Ibnu Sina dinobatkan sebagai “Father of Doctor”.


(Ramdzi dari berbagai sumber)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More